Bagaimana Jika Manusia Tidak Bisa Mati?

bagaimana jika manusia tidak bisa mati 
Kematian manusia tidak bisa dihindari oleh siapapun. Namun mari sejenak kita mengkhayal tentang apa saja yang mungkin menjadi kebiasaan baru ketika manusia tidak bisa mati.

Segala macam kejadian yang terkesan tidak mungkin, bisa saja terjadi. Tentu dengan perjuangan, pengorbanan dan juga kehendak Tuhan. Tapi ada sesuatu yang mutlak akan terjadi kepada semua makhluk.

Sesuatu itu akan terjadi kepada siapapun yang hidup, kepada siapapun yang memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang, dan kepada siapapun yang memiliki kemampuan untuk bergerak.

Hal mutlak itu adalah mati, wafat, meninggal, tewas, dan entah orang ingin menyebutnya dengan sebutan apa. Manusia pasti mati.

Mati adalah lawan kata dari hidup. Mati merupakan tanda di mana kehidupan telah usai. Perjalanan dan kesempatan telah habis, dan tidak ada apapun yang bisa menghidupkan kembali makhluk yang sudah mati.

Terkesan menyeramkan, tapi saya akan mencoba mengajak Anda untuk berkhayal. Bukan berkhayal memiliki uang yang banyak. Bukan juga berkhayal memiliki jabatan yang tinggi. Tapi berkhayal bagaimana jika manusia tidak bisa mati.

Meskipun sudah menjadi takdir yang mutlak dan pasti akan dialami oleh semua manusia, namun tidak ada salahnya jika kita berfantasi bagaimana jika kita semua tidak bisa mati, orang masih akan tetap hidup sampai beribu-ribu bahkan berjuta-juta tahun lamanya.

Akan ada bayi-bayi yang baru lahir tapi tidak ada orang yang mati. Dunia tidak berganti, namun bertambah. Populasi akan semakin banyak dan mempengaruhi banyak hal.

Usia-usia manusia tidak lagi menjadi pertimbangan. Dan orang akan tidak mempedulikan perayaan ulang tahun. Ketika manusia mencapai umur satu juta tahun, kue ulang tahun akan menjadi sangat panjang mengikuti lilin yang juga dijejer panjang.

Batas usia manusia di dunia rata-rata adalah 79 tahun. Artinya jika di atas 79 tahun manusia masih hidup, ia memiliki keberuntungan dan keberkahan.

Berbeda dengan Islam yang mengatakan bahwa rata-rata usia manusia adalah 63 tahun. Ukuran itu mengacu pada usia Nabi Muhammad yang juga wafat pada usia 63 tahun.

Namun, bagaimana jika mereka semua tidak pernah mati? Bagaimana jika mereka semua tetap hidup sampai selama-lamanya?

Artikel ini bukanlah prediksi atau ramalan, tapi lebih kepada apa yang akan menjadi isu baru, atau kebiasaan baru seperti apa yang akan lahir.

Akan Lahir Kebiasaan Baru


Ini adalah akibat yang pasti terjadi. Akan ada kebiasaan baru yang lahir jika manusia tidak bisa mati. Kebiasaan-kebiasaan sekarang yang kita jalani mungkin akan bergeser dan bahkan berubah seiring dengan tidak adanya kematian.

Jenggot-jenggot akan mampu tumbuh panjang beratus-ratus meter, atau bahkan dalam waktu seribu tahun jenggot manusia akan tumbuh berkilo-kilo meter panjangnya. Berapa banyak shampo yang dipakai untuk merawatnya?

Kompetisi panjang jenggot bisa jadi akan lahir, bagaimana jenggot para pria tidak lagi dilihat dari seni atau estetisnya, tapi siapa yang memiliki jenggot yang paling panjang, dia lah yang menang.

Atau mungkin bulu hidung. Bulu hidung kita mungkin sekarang masih belum keluar dari hidung dan masih rapi berjejer melindungi bagian dalam hidung kita. Tapi bagaimana jika kita masih akan hidup beribu-ribu abad lamanya? Mungkin bulu hidung akan jadi salah satu kriteria kecantikan. Atau akan lahir sebuah produk pewarna bulu hidung. Entahlah

Mungkin juga orang tidak akan lagi menggunakan kertas dan kayu, karena pada dasarnya kedua bahan tersebut tidak akan bisa digunakan selamanya. Dan itu hanya akan membuang-buang waktu.

Plastik akan menjadi bahan yang banyak digunakan untuk mencetak barang. Buku akan terbuat dari plastik, sepatu akan terbuat dari plastik, atau bahkan baju akan terbuat dari plastik. Karena buat apa beli baju dengan bahan kain yang hanya bisa dipakai tahunan sedangkan kita akan hidup selamanya.

Agama Tidak Lagi Menarik


Agama adalah sebuah sarana bagi orang untuk mendapatkan kebahagiaan secara spiritual. Janji surga neraka dan kemampuan agama dalam memberikan konsep pertolongan adalah satu sisi yang menarik hati manusia untuk ikut karena ketidakmampuan manusia mengendalikan hidup.

Namun bagaimana jika manusia tidak bisa mati?

Janji surga dan neraka yang diberikan agama mungkin tidak akan menarik lagi. Bagaimana tidak, manusia tidak lagi bisa mati dan bagaimana caranya mereka bisa menikmati surga jika tidak bisa mati?

Maka jika manusia masih membutuhkan agama, agama yang menjunjung tinggi nilai kehidupan yang akan menang dalam kontestasi mencari pengikut.

Salah satu contoh adalah agama Buddha. Yang mengajarkan bagaimana hubungan dengan manusia, dan menghargai alam sedemikian rupa.

Agama yang menjanjikan surga dan neraka dan kehidupan setelah mati akan musnah. Kecuali bagi orang-orang yang masih memegang teguh agama turunan dari orang tuanya itu.

Dan agama Islam adalah agama yang juga akan berkurang pengikutnya. Tapi mungkin ada beberapa orang yang akan memilih untuk berislam dan tidak meninggalkan Islam karena keyakinan akan kebenarannya. Begitupun Kristen.

Beberapa orang yang masih berislam dan berkristen tidak akan lagi mengikuti ajaran-ajaran atau ritual-ritual dalam rangka untuk mendapatkan pahala atau terhindar dari dosa. Wong mereka tidak akan masuk surga neraka. Para pengikut Islam atau Kristen hanya akan menerapkan ajaran mereka yang berkaitan dengan dunia saja, tanpa mengharapkan imbalan pahala atau surga.

Tidak Akan Ada Lagi Nilai


Tujuan dari sebuah kematian adalah memberikan rasa takut kepada manusia, dengan begitu manusia akan bertindak dengan mempertimbangkan nilai, harapan dan tujuan baik sebelum ia mati.

Jika manusia tidak bisa mati, manusia akan kehilangan nilai.

Manusia tidak akan bertindak dengan mempertimbangkan nilai dari sebuah tindakan yang mereka lakukan. Dan bahkan manusia cenderung akan bertindak membosankan.

Manusia akan menonton acara televisi yang sama setiap harinya, dengan pikiran bahwa ia tidak akan kehilangan moment untuk menonton acara televisi kesenangannya keesokan harinya. Dan itu akan menjadi hal yang wajar, Toh dia tidak akan bisa mati.

Selain itu manusia akan banyak melakukan kesalahan yang sama setiap harinya. Gairah untuk membahagiakan pasangan mungkin sudah tidak akan ada lagi. Kesalahan saat ini bisa diperbaiki besok. Lagipula kita akan masih akan tetap di sini selamanya. Begitulah kiranya.

Kematian atau sama dengan penderitaan lahir untuk mendatangkan kekhawatiran. Manusia tidak akan lagi peduli terhadap hidupya, tidak akan peduli terhadap kesehatan diri atau mental mereka. toh itu tidak akan membuat mereka mati.

Manusia mungkin tidak lagi akan berbuat baik. Mereka tidak bisa dikenang, karena mereka tidak akan mati. Sebagian besar manusia sekarang berbuat baik supaya mereka bisa dikenang ketika sudah mati. Bagaimana jika manusia tidak bisa mati? Bodo amat dengan berbuat baik

Kalaupun manusia berbuat jahat dan dipenjara, mereka akan bebas di lain waktu tanpa mengurangi kesempatannya untuk menjalani hidup.

Mati merupakan perjalanan yang mutlak akan dialami oleh semua manusia. Tidak akan ada manusia yang tidak mati. Mati sebagai pengingat bahwa manusia harus memperbaiki hidupnya selagai hidup, dan akan dikenang ketika mereka sudah mati.

Jadi, bagi Anda yang takut mati. Menyia-nyiakan umurmu adalah sebuah tindakan bodoh. Rebahan setiap hari tanpa melakukan apapun hanya mencerminkan bahwa Anda adalah manusia medioker.

Budaya Menjadi Rancu


Kita semua tahu bahwa manusia pasti membawa budaya sesuai dengan zamannya. Orang yang lahir 80 tahun yang lalu tentu berbeda dengan orang yang lahir 20 tahun lalu.

80 tahun yang lalu orang menggunakan api sebagai penerang ruangan. Mereka menggunakan kayu untuk memasak, dan menggunakan minyak tanah untuk menyalakan api.

Orang berusia 80 tahun cenderung suka terhadap hiburan yang bisa ditonton secara langsung. Mereka akan merelakan datang ke sebuah tempat hiburan seperti ludruk, ketoprak dan lain sebagainya.

Mereka menyukai makanan yang tidak memiliki rasa yang aneh. Mereka suka olahan singkong hanya dengan ditambahkan gula, atau garam.

Sedangkan manusia yang lahir 20 tahun lalu memiliki kecenderungan yang berbeda. Mereka tidak lagi menggunakan api sebagai penerang ruangan. Mereka sudah mempunyai dan mampu membeli bola lampu. Mereka menggunakan listrik sebagai pemenuh kehidupan sehari-hari.

Orang berusia dua tahun tidak lagi menggunakan minyak tanah, tapi sudah berganti dengan gas, dan juga berubah dari kayu menjadi kompor untuk memasak.

Orang berusia 20 tahun juga jarang datang ke tempat hiburan untuk menyaksikan pertunjukan. Mereka lebih memilih untuk menyaksikan tontonan yang sama di sebuah layar gawai mereka.

Dan mereka lebih suka makanan yang bermacam-macam, ayam tepung dengan parutan keju, roti manis dengan isi daging, bahkan indomie dengan kuah susu. Semuanya kontras, tapi di jaman sekarang banyak digemari.

Bagaimana jika manusia di dua zaman tersebut akan hidup berdampingan selama-lamanya. Bagaimana para penjual bisa menggunakan strategi pemasarannya, dan bagaimana seorang pemerhati budaya bisa menanggulangi kebudayaan yang berbeda.

Tidak semua orang tua akan menerima dengan suka rela sebuah inovasi baru. Mereka cenderung lebih memilih untuk makan singkong daripada burger. Mereka akan tetap pada pendirian untuk mencari kayu bakar daripada membeli gas LPJ.

Pada masa selanjutnya, peradaban manusia akan sangat njomplang. Sebuah komunitas tua akan sangat berbeda dengan komunitas muda. Gaya hidup mereka, kabiasaan makan mereka, dan kebudayaan mereka, semuanya berbeda.

Mungkin akan ada reuni sekolah angkatan 1900 di tahun 2021, dengan jenggot-jenggot yang panjang dan pakaian khas jaman dulu. Mereka masuk ke sebuah restoran sushi dan memesan sebungkus nasi tiwul dengan segelas beras kencur. Bisa jadi.

Belum ada Komentar untuk "Bagaimana Jika Manusia Tidak Bisa Mati?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel